Rangkuman
Teori portofolio dan Analisis Investasi
Disusun oleh:
Abdul Kohir
NPM: 41183402140132
PROGRAM STUDI S-1
MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM 45
BEKASI
2017
Pengantar
A
|
nalisis
investasi dan manajemen portofolio menjadi dasar pengetahuan penting sejalan
dengan perkembangan pasar modal indonesia yang semakin terintegrasi dengan
pasar keuangan global. Lingkungan pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan
tentang strategi investasi dan pengelolaan portofolio juga menjadi pengetahuan
dasar yang penting dalam manajemen risiko yang sangat relevan dengan trend perkembangan pasar global saat ini
dan masa datang.
Diawali dengan konsep investasi yang
merupakan penundaan konsumsi masa kini ke masa datang, pembahasan dalam buku
ini mengalir menuju pada instrumen keuangan di pasar modal yang menjadi pilihan
investasi bagi individu yang memiliki kelebihan dana. Perkembangan instrumen
keuangan tidak terlepas dari pasar modal.
Rangkuman
ini berisikan rangkuman dasar-dasar inestasi, konsep risiko dan return, serta manajemen portofolio seara
komprehensif.
Pembahasan estimasi beta sangat
penting dalam manajemen portofolio dan penilaian harga aset. Konsep beta sangat
penting dalam bidang keuangan. Namun persoalan-persoalan implementasi beta
dalam praktis masih mengalami kendala.
Kebutuhan mahasiswa dalam melakukan
riset pasar modal juga membutuhkan pemahaman praktis secara detail mengenai
pengujian hipotesis pasar efisien. Berdasarkan pengalaman penulis, banyak
dijumpai kekeliruan mahasiswa dalam menerapkan metodologi studi peristiwa yang
memiliki keunikan dalam pengukuran abnormal return dan pengujian secara
statistik untuk hipotesis pasar efisien bentuk setengah kuat.
Harapannya, rangkuman ini dapat
bermanfaat bagi perkembangan perkuliahan, khususnya bidang mata kuliah Teori
Portofolio dan analisis investasi.
Bekasi, Januari 2018
Abdul Kohir
- MODEL-MODEL
KESEIMBANGAN
Tujuan bab ini adalah untuk mempelajari model
keseimbangan yang berguna dalam analisis investasi.diantaranya:
Ø Model
Penetapan Harga Kapital (capital asset pricing model , CAPM)
Ø Model
Penetapan Harga Arbitrasi (Arbitrage Pricing theory)
Pada dasarnya, sebuah
model akan bisa membantu kita memahami suatu permaslahan yang kompleks dalam
gambaran yang lebih sederhana. Demikian sama hal nya dalam model keseimbangan.
Dengan menggunakan model keseimbangan kita bisa memahami bagaimana perilaku
investor secara keseluruhan, serta bagaimana mekanisme pembentukan harga dan
return pasar dalam bentuk yang lebih sederhana. Model keseimbangan juga dapat
membantu kita untuk memahami bagaimana menentukan risiko yang relevan terhadap
suatu aset,serta hubungan resiko dan return yang di harapkan untuk suatu aset
ketika pasar dalam kondisi seimbang.
Dalam bab ini akan
membahan dua model keseimbangan yang di sebut sebagai Capital Aset Pricing
Model (CAPM) dan Arbitrage Pricing Theory (APT). Model CAPM merupakan model
keseimbangan yang menggambarkan hubungan resiko dan return secara lebih
sederhana, dan hanya menggunakan satu variabel (di sebut juga dengan variabel
beta) untuk menggambarkan resiko.sedangkan model APT, merupakan sebuah model
keseimbangan alternatif yang lebih kompleks dibanding CAPM,karna mengguakan
sekian banyak variabel pengukur resiko untuk melihat hubungan resiko dan
return.
Model Penetapan Harga Kapital
CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM)
CAPM pertama kali
dikenalkan oleh Sharpe, Litner dan Mossin pada pertengahan tahuan 1960-an. CAPM
merupakan suatu model yang menghubungkan tingkat return yang di harapkan dari
suatu aset yang beresiko dengan risiko dari aset tersebut pada kondisi pasar
yang seimbang.
CAPM didasari oleh teori
portofolio yang di kemukakan oleh Markowiz, berdasarkan model markowitz,
masing-masing investor diamsumsikan akan mendiverifesikan portofolionya dan
memilih portofolio yang optimal atas dasar prefensi investor terhadap return
dan resiko, pada tirik portofolio yang di letakan di sepanjang garis portofolio
efisien. Di samping asumsi itu, ada beberapa asumsi lain dalam CAPM yang di
buat untuk menyederhanakan realitas yang ada,yaitu:
- Semua
investor memiliki distribusi probabilitas tingkat return di masa depan
yang identik.
- Semua
investor mempunyai satu periode waktu yang sama, nisalnya satu tahun.
- Semua
investor dapat meminjam (borrowing) atau meminjamkan (lending) uang pada
tingkat return yang bebas resiko (risk-free rate of return)
- Tidak
ada biasa transaksi.
- Tidak
ada pajak pendapatan.
- Tidak
ada inflasi.
- Terdapat
banyak sekali investor, dan tidak ada satu pun investor yang mempengaruhi
harga suatu sekuritas. Semua
investor adalah Price-taker
- Pasar
dalam keadaan seimbang (equilibrium).
- Semua investor
mempunyai distribus probabilitas tingkat return masa depan yang identik.
Portofoio pasar adalah portofolio
yang terdiri dari semua aset beresiko dan juga merupakan portofolio optimal.
Apa yang dijadikan ukuran portofoio
pasar? Berdasarkan modal CAPM, portofolio pasar seharusnya meliputi semua aset
beresiko yang ada, baik itu aset finansial (obligasi, opsi future, dan
sebagainya) maupun aset riil (emas, real estat). Tetapi dalam kenyataannya hal
ini sulit dilakukan karena jumlahnya yang banyak sekali dan tidak mungkin
diamati satu per satu. Untuk itu, diperlukan suatu proksi portofolio pasar,
yang bisa diwakili oleh portofolio yang terdiri dari semua saham yang ada di
pasar.
Garis Pasar Sekurtitas (SML/Capital Market Line)
Adalah
garis yang menghubungkan tingkat return harapan dari suatu sekuritas dengan
risiko sistematis (beta). SML digunakan untuk menilai sekuritas secara
individual pada kondisi pasar yang seimbang, yaitu menilai tingkat return yang
diharapkandari suatu sekuritas individual pada suatu tingkat risiko sistematis
tertentu (beta).
Garis Pasar Modal
(CML/Capital Market Line)
Adalah
gambaran hubungan antara return harapan dengan risiko total dari portofolio
efisien pada pasar yang seimbang.
Portofolio pasar tersebut
akan berada pada garis permukaan efisien (efficient frontier) dan sekaligus
merupakan portofolio yang optimal. Berdasarkan teori portofolio Markowitz,
portofilio yang efisien adalah portofolio yang berada di sepanjang kurva
efficient frontier. Risiko portofolio pasar hanya akan terdiri dari risiko
sistematis saja, yaitu risiko yang tidak dapat dihilangkan oleh diversifikasi. Hubungan
antara risiko dan return suatu investasi dalam kondisi pasar yang seimbang. Garis
pasar modal, menggambarkan antara return yang di harapkan dengan risiko total
dari portofolio efisien pada pasar yang seimbang. Garis pasar sekuritas atau
SML adalah garis yang menghubungkan tingkat return yang di harapkan dari suatu
sekuritas dengan risiko sistrmatis (beta).
SML dapat digunakan dalam menilai
keuntungan suatu aset individual pada kondisi pasar yang seimbang. Beta
merupakan ukuran risiko sistematis suatu sekuritas yang tidak dapat di
hilangkan dengan melakukan diversifikasi. Berdasarkan hubungan tingkat return
dengan beta yang sudah di jelaskan, maka bisa disimpulkan bahwa return yang di
harapkan sekuritas dari dua komponen utama penyusun tingkat return yang di
isyaratkan investor yaitu: tingkat return bebas resiko dan premi resiko. Tingkat
return yang di syaratkan adalah jumlah minimum return yg di syaratkan investor
untuk berivestasi pada sekuritas tertentu.
Estimasi return yang di
harapkan dari sekuritas dalam menggunakan APT, tidak terlalu di pe garuhi
portofolio pasar seperti hal nya dala CAPM. Pada CAPM, portofilio pasar sangat
berpengaruh karna diasumsikan bahwa risiko yang relevan adalah risiko yang
sistematis terhapa perubahan return pasar. Sedangkan APT, return sekuritas
tidak di pengaruhi oleh portofio pasar karna adanya asumsi bahwa return yang
diharapkan dari sekuritaa bisa dipengaruhi oleh beberapa sumber risiko lainya.
Di samping itu,APT juga tidak menggunakan
asumsi-asumsi yang di pakai dalam CAPM,seperti:
- Adanya
satu periode waktu tertentu, misalnya satu tahun.
- Tidak
ada pajak.
- Investor
bisa meminjam dan menginvestasikan danaya pada tingkat return bebas
risiko.
- Investor
memilih portofolio berdasarkan return yang di harapkan dan varianya.
Asumsi CAPM yang masih di gunakan adalah:
- Investor
mempungai kepercayaan yang bersifaf homogen.
- Investor
adalah risk-avarse yang berusaha untuk memaksimalkan utilitas.
- Pasar
dalam kondisi sempurna.
- Return
diperoleh dengan menggunakan model faktorial.
Faktor-faktor risiko tersebut akan
menunjukan kondisi ekonomi secara umum. Faktor- faktor risiko tersebut harus
mempunya karakteristik seperti berikut:
- Masing-masing
faktor risiko harus mempunyai pengaruh luas terhadap return saham-saham di
pasar
- Faktor-faktor
risiko tersebut tersebut harus mempengaruhi return yang di harapkan.
- Pada
awal periode, faktor risiko tersebut tidak dapat diprediksikan oleh pasar
karena faktor-faktor resiko tersebut mengandung informasi risiko yang
tidak di hafapka atau bersifat mengjutkan.
PENGERTIAN
OBLIGASI
Obligasi adalah surat
tanda bukti bahwa investor pemegang obligasi memberikan pinjaman utang bagi
emiten penerbit obligasi. Oleh karena itu, emiten obligasi akan memberikan
komoensasi bagi investor pemegang obligasi, berupa kupon yang di bayarkan
secara periodik terhadap investor . Dengan demimian, obligasi bisa di katakan
sebagai salah satu instrumen pasar modal yang memberikan penetapan tetap
(fixed-income securities) bagi pemegangnya perusahaan penerbit (emitmen)
obligasi berkewajiban untuk membayarkan bunga dalam jumlah tertentu secara
periodik selama obligasi tersebut belum jatuh tempo, dan juga melakukan
pembayaran kembali nilai prinsipal obligasi tersebut pada saat jatuh tempo yang
telah di tentukan.
- NILAI INTRINSIK suatu obligasi merupajan
nikai teoritis dari suatu obligasi. Oleh karena itu, beberapa penulis sering
menyebut nilai intrinsik obligasi sebagai nilai teoritis. Nilai ini bisa di
peroleh dari estimasi nilai saat ini (present value) dari semua aliran kas
obligasi di masa yang akan datang
- KUPON obligasi menunjukan besarnya
penapatan bunga yang akan di perpanjang oleh pemegang obligasi dari perusahaan penerbit obligasi
selama umur obligaai.
- WAKTU JATU TEMPO suatu obligasi
menjunjukan umur obligasi
- NILAI PAR ATAU PRINSIPAL adalah nilai
pokok obligasi yang di tentukan oleh emitmen sekuritas pada saat obligasi
tersebut di tawarkan emitmen kepada investor. Perlu di ingat bahwa nilai par
berbeda dengan nilai pasar obligasi. Nilai pasar obligasi akan bercermin pada
harga pasar obligasi.
Obligasi dapat mempunyai
tipe jaminan dan urutan kalim yang berbeda-beda. Emiten bisa menerbitkan
obligasi dengan menggunakan jaminan aset riil tertentu yang dimiliki perusahaan
atau pun tanpa menggunakan jaminan.
Obligasi tanpa jaminan umumnya
diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah mempunyai kredibilitas baik.
BOND INDENTURES
Adalah dokumen legal yang
memuat hak-hak pemegang obligasi maupun emiten obligasi. Dokumen tersebut akan
memuat spesifikasi tertentu seperti wajtu jatuh tempo obligasi, waktu
pembayaran bunga dan pembatasan pemberian dividen bagi para pemegang saham
perusahaan.
CALL PROVISION
Adalah hak emiten
obligasi untuk melunasi obligasi sebelum waktu jatug tempo. Call privosion akan
dilaksakan oleh emiten jika tingkat suku bungan pasar di bawah tingkat kupon
obligasi. Hal ini dilakukan u tuk mengurangi biaya modal perusahaan. Akibat
kewajiban membayar bunga di atas bunga pasar yanf berlaku, pada dasarnya akan
menguntungkan call privosion oleh emiten merupakan kerugian bagi investor maka
emiten diharuskan membayar sejumlah uang yang di sebut call premium.
JENIS-JENIS OBLIGASI
- Obligasi dengan jenis jaminan (mortage
bons) adalah obligasi yang di terbitkan oleh suatu perusahaan dengan jaminan
menggunakan suatu aset riil.
- Obligasi tanpa jaminan ( debentures atau
unsecured bond) adalah obligasi yang di terbitkan tanpa menggunakan suatu
jaminan aset riil tertentu .
- Obligasi konversi, merupakan obligasi
yang memberikan hak kepada para pemegangnya untuk mengkonversikan obligasi
tersebut dengan jumlah saham perusahaan pada harga yang telah di tetapkan,
sehingga pemegang obligasi mempunyai kesempatan untuk memperoleh capital gain.
- Obligasi yang disertai warrant. Dengan
adanya warna, maka pemegang obligasi mempunyai hak untuk membeli saham
perusahaan pada harga yang telah ditentukan.
- Obligasi tanpa kupon (zero coupon bond)
adalah obligasi yang tidak memberikan pembayaran bunga.
- Obligasi dengan tingkat bunga mengambang
(floating rate bond) obligasi yang memberikan tingkat bunga yang disesuaikan
dengan fluktuasi tingkat bunga pasar yang berlaku.
Putable bon adalah obligasi yang
memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk menerima pelunasan obligasi
sesuai dengan nilai par sebelum waktu jatuh tempo.
Junk bond adalah obligasi yang memberikan
tingkat keuntungan (kupon) yang tinggi, tetapi juga mengandung risiko yang
sangat tinggi pula
YEILD OBLIGASI
Dalam obligasi, ada dua
istilah yang terkait dengan karakteristik pendapafan suatu obligasi, yaitu
yeild obligasi (bond yeild) dan bunga obligasi (bond interest rate) kedua
konsep tersebut pada dasarnya memiliki konsep yang sama, karna kedua konsep
tersebut menggambarkan pendapatan yang akan di peroleh investor jika
menginvestasikan dananya pada sekuritas obligasi dalam suatu periode tertentu.
Nominal yeild adalah tingkat kupon yang
diberikan obligasi.
Current yeild adalah rasio tingkat bunga
obligasi terhadap harga pasar dari obligasi tersebut.
Yeild To Maturity ( YTM ) bisa di artikan
sebagai tingkat return majemuk yang akan di terima investor jika membeli
obligasi pada harga pasar saat ini dan menahan obligasi tersebut pada saat
jatuh tempo.
- PENILAIAN OBLIGASI
Nilai intrinsik suatu
obligasi akan sama dengan nilai sekarang dari aliran kas yang di harapkan dari
obligasi tersebut. Dengan demikian, sesuai dengan prinsip penghitungan nilai
sekarang (present value), nilai atau
harga obligasi bisa di ketahui dengan mendiskontokan semua aliran kas yang
berasal dari pembayaran kupon obligasi, ditambah pelunasan obligasi sebesar
nilai par yang akan diterima pada saat jatuh tempo, dengan yield yang di syaratkan
investor.
Dengan mengetahui besar
dan waktu pembayaran kupon, nilai par serta tingkat bunga disyaratkan, maka
kita dapat menentukan nilai atau harga obligasi dengan cara:
- Menentukan
nilai sekarang dari pendapatan kupon yang di peroleh seriap tahun.
- Menentukan
nilai sekarang dari nilai par yang akan di peroleh pada saat obligasi
jatuh tempo.
- Menjumlahkan
nilai sekarang dari pendapatan kupon dan nilai par.
TINGKAT BUNGA DAN HARGA OBLIGASI
Harga obligasi juga akan
ditentukan oleh nilai instrinstik obligasi tersebut, seperti telah di jelaskan
bawah nilai intrinstik obligasi sangat terkait dengan besarnya nilai r, yaitu
tingkat keuntungan yang di isyaratkan tau yeild obligasi.
Salah satu hal penting
yang perlu di perhatikan investor dalam mengelola portofilio obligasi adalah
dampak perubahan tingkat bunga pasar terhadap harga obligasi.dampak tersebut
dapat berbeda-beda untuk obligasu yang satu dengan obligasi lainya, perbedaan
tersebut sangat dipengaruhi oleh tingkat kupon dan maturitas dari masing-masing
obligasi. Meskipun demikian, pada kenyaatnya maturitas yang di gunakan ukuran
umur obligasi sudah tidak cukup memadai lagi, karna maturitas hanya memfokuskan
pada return prinsipal pada saat jatuh tempo saja, artinya, misalnya ada dua
obligasi A dan B yang mempunyai umur yang sama yaitu 10 tahun, dan
masing-masing mempunyai tingkat kupon yang berbeda .
Konsep durasi mempunyai
konsep yang sangat penting dalam analisis dan manajemen investasi obligasi. Ada
beberapa alasan yang mendasari pentingnya konsep durasi tersebut. Pertama,
konsep durasi tersebut dapat menjelaskan kepada kita mengenai perbedaan abtara
umur efektif sebagai pilihan akternatif obligasi. Obligasi A dan B dengan
durasi yang sama, tetapi mempunyai YTM yang berbeda akan relatif mempunyai
kesamaan, jika dibandingkan dengan obkigasi C dan D yang mempunyai meturitas
yang sama tetapi memiliki durasu yang berbeda.
- PENILAIAN SAHAM
3 jenis nilai:
1.
Nilai buku
2.
Nilai pasar
3. Nilai
intrinsik saham
Nilai buku merupakan
nilai yang di hitung berdasarkan pembukuan perusahaan penerbit saham (emiten).
Nilai pasar adalah nilai saham di pasar, yang di tunjuk oleh harga saham
tersebut di pasar. Sedangkan nilai intrinsik atau di kenal dengan nilai
teoritis adalah nilai saham yang sebenarnya atau seharusnya terjadi.
Sebagai
contoh, Tabel 11.1. memperlihatkan nilai nominal, nilai buku, dan nilai pasar
saham biasa dari lima perusahaan selama tahun 2001 – 2003. Kelima perusahaan
tersebut terdaftar di BEJ (huruf di
dalam kurung menunjukkan kode saham di BEJ)
1.
PT. Telekomunikasi IndonesiaTbk (TLKM),
berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan bisnis dalam bidang layanan
telekomunikasi.
2.
PT. Indofood Sukses makmur Tbk (INDF),
berstatus perusahaan swasta dalam negeri dengan bisnis dalam bidang pengolahan
makanan.
3. PT
Astra Internasional Tbk (ASSI), berstatus perusahaan swasta join venture dengan bisnis dalam bidang
otomotif, elektronika, layanan finansial dan lain-lain.
4. PT
Bank Central Asia Tbk (BBCA), berstatus perusahaan swasta dalam negeri dengan
bisnis dalam bidang perbankan.
5. PT
Ekhadarma Tape Industries Tbk (EKAD), berstatus perusahaan swasta dalam negeri
dengan bisnis dalam bidang formalin dan damar.
Ketiga nilai saham biasa
pada kelima perusahaan tersebut memperlihatkan jumlah rupiah per lembar yang
kebanyakan tidak sama selama tahun 2001,2002, dan 2003. Misalnya pada tahun
2003, saham biasa Telekomunikasi indonesia mempunyai nilai nominal
Rp500/lembar, nilai buku Rp1.718 per lembar, dan nilai pasar Rp6.750. pada
tahun 2001, saham biasa Ekadharma Tape industry mempunyao nilai nominal Rp500
per lembar, nilai buku Rp1.040 per lembar, dan nilai pasar Rp450.
Investor berkepentingan
untuk mengetahui ketiga nilai tersebut sebagai informasi penting dalam
pengambilan keputusan investasi yang tepat. Dalam membeli atau menjual saham,
investor akan membandingkan nilai intrinsik dengan nilai pasar saham
bersangkutan. Jika nilai pasar suatu saham lebih tinggi dari nilai
intrinsiknya, berarti saham tersebut tergolong mahal (overvalued). Dalam
situasi seperti ini, investor tersebut bisa mengambil keputusan untuk menjual
saham tersebut. Sebaliknya jika nilai pasar saham di bawah nilai intrinsiknya,
berarti saham tersebut tergolong murah (undervalued), sehingga dalam situasi
seperti ini investor membeli saham tersebut.
Tabel
11.1 Nilai nominal, nilai buku, dan nilai pasar (harga penutupan) akhir tahun
pada tahun 2001 sampai dengan 2003 (dalam rupiah per lembar saham)
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
|
|||
2001
|
2002
|
2003
|
|
Nilai nominal
|
500
|
500
|
500
|
Nilai buku
|
925
|
1.450
|
1.718
|
Nilai pasar
|
3.200
|
3.850
|
6.750
|
PT Indofood Sukses Makmur Tbk
|
|||
2001
|
2002
|
2003
|
|
Nilai nominal
|
100
|
100
|
100
|
Nilai buku
|
389
|
390
|
434
|
Nilai pasar
|
625
|
600
|
800
|
PT Astra International Tbk
|
|||
2001
|
2002
|
2003
|
|
Nilai nominal
|
500
|
500
|
500
|
Nilai buku
|
1.011
|
2.492
|
2.902
|
Nilai pasar
|
1.950
|
3.150
|
5.000
|
PT Bank Central Asia Tbk
|
|||
2001
|
2002
|
2003
|
|
Nilai nominal
|
500
|
500
|
500
|
Nilai buku
|
3.287
|
1.912
|
2.059
|
Nilai pasar
|
1.475
|
2.500
|
3.325
|
PT Ekadharma Tape Industry Tbk
|
|||
2001
|
2002
|
2003
|
|
Nilai nominal
|
500
|
500
|
500
|
Nilai buku
|
1.040
|
1.080
|
1.113
|
Nilai pasar
|
450
|
500
|
950
|
Dalam bab ini akan dijelaskan dua
pendekatan dalam penentuan nilai intrinsik saham berdasarkan analisis
fundamental. Kedua pendekatan tersebut adalah:
1. Pendekatan
nilai sekarang (Present Value Approach)
2. Pendekatan
rasio terhadap earning (Price Earning Ratio/PER).
Pendekatan
nilai sekarang dilakukan dengan menghitung seluruh aliran kas yang akan
diterima pemegang saham dari suatu saham di masa datang, kemudian didiskontokan
dengan tingkat bunga diskonto (biasanya sebesar tingkat return yang
disyaratkan). Sedangkan, pendekatan PER dalam penentuan nilai suatu saham
dilakukan dengan menghitung berapa rupiah uang yang diinvestasikan ke dalam
suatu saham untuk memperoleh satu rupiah pendapatan (earning) dari saham
tersebut.
PENDEKATAN NILAI SEKARANG
Penentuan nilai saham
dengan menggunakan pendekatan nilai sekarang pada prinsipnya sama dengan
prinsip perhitungan nilai sekarang obligasi. Perhitungan nilai saham, dilakukan
dengan mendiskontokan semua aliran kas yang diharapkan di masa yang akan
datang.
Dengan demikian, proses penilaian suatu
saham akan meliputi:
- Estimasi
aliran kas saham di masa depan
- Estimasi
tingkat return yang di harapkan.
- Mendiskontokan
setiap aliran kas dengan tingkat diskonto sebesar tingkat return yang di
syaratkan.
- Nilai
sekarang setiap aliran kas tersebut dijumlahkan, sehingga diperoleh nilai
intrinsik saham bersangkutan.
Tingkat return yang di
syaratkan menurpakan tingkat reurtn minimum yang di harapkan atas oembelian
suatu saham. Artinya jika investor mempunyai tingkat return yang di syaratkan
25% atas saham yang akan di beli, makan return minimum yang diharapkan dari
saham tersebut adalah 25%.
Aliran kas yang bisa
dipakai dalam penilaian saham adalah earning perusahaan. Model diskonto
deviden. Merupaka model untuk menentukan estimasi harga saham untuk
mendiskontokan semua aliran dividen yang akan di terima di masa yang akan
datang.
Model pertumbuhan Nol.
Model ini berasumsi bahwa deviden yang dibayarkan perusahaan tidak akan
mengalami pertumbuhan.
Model pertumbuhan konstanta. Model
pertu.buhan konstanta juga di sebut sebagai model gordon. Model ini di pakai
untuk menentukan nilai saham.
PENDEKATAN NILAI SAHAM LAINNYA
Pendekatan diskonto
dividen dan pe dekatan PER meruapakan pendekatan yang sangat populer untuk
menentukan nilai suatu saham, kedua pendekatan tersebut di dasari oleh model
pertumbuhan dividen. Disamping penggunaan kedua pendekatan tersebut, ada tiga
pendekatan lainnya yang bisa di pakai investor untuk menentukan nilai saham.
RASIO HARGA / NILAI BUKU
Hubungan antara nilai
harga pasar saham dengan nilai buku per lembar saham bisa juga di pakai sebagai
pendekatan alternatif untuk menentukan nilai suatu saham, karena secara
teoritis, karna nilai suatu saham haruslah mencerminkan nilai bukunya.
RASIO HARGA / ALIRAN KAS
Pendekatan lainnya dalam
penilaian saham adalah penilaian rasio harga saham / aliran kas. Aliran ini
pada dasarnya merupakan pelengkap bagi pendekatan PER yang telah kita bahas
sebelumnya.
ECONOMIC VALUE ADDED (EVA)
Pendekatan yang lebih
baru dalam penilaian saham adalah dengan menghitung EVA suatu perusahaan,
ukuran keberhasilan manajemen perusahaan dalam meningkatkan nilai tambah bagi
perusahaan.
ANALISIS
TEKNIKAL
Pihak yang melakukan
analilis teknikal di sebut juga sebagai analisis teknikal. Para analisis
teknikal percaya bahwa mereka bisa mengetahui pola-pola pergerakan harga saham
di masa yang akan datang dengan berdasarkan pada observasi pergerakan harga
saham di masa lalu. Filosofi ini tentu saja bertentangan dengan apa yang telah
kita pelajari dalam hipotesis efisiensi pasar, di mana kinerja saham dimasa
lalu tidak akan mempengaruhi kinerja saham di masa datang. Filosifi tersebut
juga bertolak belakangan dengan konsep analisis fundamental, di mana keputusan
investasi atas nilai suatu saham di dasarkan pada faktor fundamental ekonomi
dan faktor fundamental industri yang mempengaruhi faktor fundamental
perusahaan.
Keputusan analisis
teknikal dalam menjual atau membeli saham di dasari oleh data-data harga volume
perdagangan saham di masa lalu. Levy (1966) mengemukakan beberapa asumsi yang
mendasari pendapatan tersebut :
- Nilai
pasar barang dan jasa, ditentukan oleh interaksi permakintaan dan
penawaran.
- Interaksi
permintaan dan penawaran ditentukan oleh berbagai faktor,baik faktor
rasional maupun faktor yang tidak rasional.
- Harga-harga
sekuritas secara individual dan nilai pasar secara keseluruhan cenderung
bergerak mengikuti suatu trend selama jangka waktu yangg relatif panjang.
- Trend
perubahan harha dan nilai pasar dapat berubah karena perubahan hubungan
permintaan dan penawaran.
KEUNTUNGAN DAN KRITIK TERHADAP ANALISIS
TEKNIKAL
Keuntungan penggunaan
analisis teknikal tidak lepas dari asumsi-asumsi yang di anut oleh analisis
teknikal. Mereka percaya bahwa jika seorang investor mampu mengakses informasi
secara cepat, punya kemampuan analitis yang tinggi dan punya insting yang tajam
atas apa yang akan terjadi terhadap harga pasar jika ada informasi baru, maka
investor tersebut akan mamou mendapatkan, return ab-normal yang melebihi return
pasar dan return investor lainnya.
TEKNIK-TEKNIK ANALISIS TEKNIKAL
Para pengguna analisis
teknikal di samping di sebut sebagai analisis teknikal,juga di sebut sebagai
chartist karena dalam aktivitasnya mereka merekam data atau membuat grafik
pergerakan saham dan volume perdagangan.
THE DOW THEORY
Pertama kali dikemukakan
leh charles H. Dow (sehingga disebut the dow theory) pada tahub 1800-an. Teori
ini merupakan teori yang paling pertama dalam analisis teknikal. Teori ini
bertujuan untuk mengidentifikasikan trend harga pasar saham dalam jangka
panjang dengan berdasarkan pada data-data historis harga pasar saham di masa
lalu.
Teori ini di kelompokan menjadi 3, yaitu:
1. Primary trend, yaitu pergerakan harga
saham dalam jangka waktu yang lama (beberapa tahun)
2. Secondary (intermediate) trend,
pergerakan harga saham yang terjadi dalam pergerakan harga saham primary trend.
3. Minor trend atau day-to-day move,
merupakan fluktuasi harga saham yang terjadi setiap hari.
RATA-RATA BERGERAK ( MOVING AVERAGE)
Salah satu teknik yang di
pakai dalam analisis teknikal, untuk mendeteksi dan menganalisis pergerakan
harga saham baik saham individual maupun seluruh saham di pasar modal.
RELATIVE STRENGTH
Teknik lainnya dalam
analisis teknikal yang digunakan untuk menganalisis saham individual atau
saham-saham dalam industri adalah teknikal relative strength, menggambarkan
rasio antara harga saham dengan indeks pasar ataupun industri tertentu.
PENILAIAN OPSI
Adalah Suatu
perjanjian /kontrak antara penjual opsi (seller atau writer) dengan pembeli
opsi (buyer) dimana penjual opsi menjamin adanya hak ( bukan suatu kewajiban )
dari pembeli opsi, untuk membeli atau menjual saham tertentu pada waktu dan
harga yang telah di tetapkan. Pihak-pihak yang terlibat dalam opsi adalah para
investor dengan investor yang lainnga, dan tidak melibatkan perusahaan penerbit
sekuritas saham (emiten) yang dijadikan opsi.
Berdasrkan bentuk hak
yang terjadi, opsi bisa di kelompokkan menjadi dua yaitu opsi beli (call
option) dan opsi jual ( put option ). Call option adalah opsi yang memberikan
hak kepada pemegangnya untuk membeli saham dalam jumlah tertentu pada waktu dan
harga yang telah di tentukan.
Put option adalah opsi
yang memberikan hak kepada pemiliknya untuk menjual saham tertentu pada jumlah
waktu dan harga yang telah ditentukan. Berharap agar harga pasar saham pada
saat jatuh tempo berada di bawah harga yang disepakati dalam kontrak opsi.
TERMINOLOGI OPSI
Untuk lebih memahami
sekuritas opsi, maka terlebih dahulu perlu diketahui beberapa termunoligi
penting yang berhubungan dengan sekuritas opsi.
- Exercis
(strike) price, yaitu harga perlembar saham yang di jadikan patokan pada
saat jatuh temlo.
- Expiration
date, yaitu batas waktu dimana opsi tersebut dapat di laksanakan
- Premi
opsi, adalah harga yang di bayarkan oleh pembeli opsi kepada penjual opsi.
MEKANISME PERDAGANGAN OPSI
Pada perdagangan opsi, ada
jenis lembaga kliring opsi (option clearing corporation /OCC) yang berfungsi
sebagai perantara antara broker yang mewakili pembeli dengan pihak yang menjual
opsi.
KARAKTERISTIK KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN OPSI
Sebagai hal nya sekuritas
lainnya,sekuritas opsi juga bisa memberikan keuntungan atau kerugian yang harus
diperhatikan investor dalam pengambilan keputusan investasinya. Pemahaman
karakteristik keuntungan dan kerugian opsi akan menjadi lebih mudah jika kita
mengamati nilai opsi tersebut pada saat opsi dilakukan, contoh empat posisi
dasar, yaitu pada pembeli call option, penjual call option, pembeli put option,
dan yang terakhir penjual put option.
PENGARUH NILAI WAKTU UANG DAN DEVIDEN
Penjelasan karakteristik
keuntungan dan kerugian opsi dari sudut pandang investor, belum memperhitungkan
adanya konsep nilai mata uang.
STRATEGY PERDAGANGAN OPSI
Berdasarkan pengetahuan
tentang karakteristik keuntungan dan kerugian opsi, investor akan dapat
menggunakan opsi untuk melindungi portofilio terhadap risiko penurunan harga
pasar, dan untuk melakukan spekulasi terhadap pergerakan harga saham.
NAKED SRTATEGY
Merupakan strategi perdagangan opsi yang
memilih satu dari empat opsi, yaitu:
Ø Pembeli
call
Ø Penjual
call
Ø Pembeli
put
Ø Penjual
put option
HEDGE STRATEGY
Pada hedge strategy,
investor selain mengambil satu posisi dalam perdagangan opsi, ia juga mengambil
posisi yang lain dalam perdagangan saham yang dijadikan patokan dalam opsi tersebut.
Tujuan mengurangi kerugian jika terjadi pergerakan harga tidak sesuai dengan
yang diharapkan, Dua jenis hedge strategy yang umum dikenal, yaitu: Covered
call writing strategy dan Protective put buying strategy.
COVERED CALL WRITING STRATEGY
Strategi ini dimaksudkan
untuk melindungi portofolio yang dimiliki terhadap penurunan harga saham dengan
cara menjual call option terhadap saham yang telah dimiliki dalam portofolio
(investor menjual call option dan memiliki saham yang dijadikan patokan secara fisik).
Jika harga saham mengalami penurunan, maka investor akan mengalami kerugian
(pada posisi pemilikan saham), tetapi ia masih mempunyai kesempatan untuk
mendapatkan keuntungan dari investasi kembali pendapatan yang diperoleh dari
penjualan call option.
PROTECTIVE PUT BUYING STRATEGY
Strategi ini dilakukan
oleh investor yang ingin melindungi portofolio yang dimiliki terhadap risiko
penurunan nilai pasar dengan cara membeli put option terhadap saham yang ada
dalam portofolio tersebut (investor membeli put option dan memiliki saham yang
dijadikan patokan).
STRADDLE STRATEGY
Straddle strategy
dilakukan dengan cara membeli atau menjual, baik berupa call option maupun put
option yang mempunyai saham patokan, expiration date dan strike price yang
sama, Strategi ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
- Strategi long straddle,
Investor akan membeli put dan call option.
- Strategi short
straddle, Investor menjual kedua opsi tersebut (put dan call option).
STRATEGY SHORT STRADDLE
Strategi ini dilakukan
oleh investor yang mempunyai estimasi bahwa pergerakan harga saham (bukan arah
pergerakannya) tidak terlalu besar atau harga saham relatif tidak berubah,
Dengan menggunakan contoh yang sama seperti strategi long straddle, X mempunyai estimasi bahwa harga saham XYZ
akan mengalami pergerakan tetapi tidak akan mencapai harga di atas Rp 1.075
atau dibawah Rp 925.
STRATEGY KOMBINASI
Strategi kombinasi sama
seperti strategi straddle, yaitu mengkombinasikan call dan put option dengan
patokan saham yang sama, tetapi strike price dan/atau expiration date
masing-masing opsi tersebut berbeda, Strategi kombinasi juga bisa dilakukan
dengan cara membeli (long position) atau menjual (short position) kedua jenis
opsi (call dan put) secara bersama-sama.
SPAREAD STRATEGY
Pada strategi spread,
investor membeli satu seri dalam suatu jenis option dan secara simultan menjual
seri lain dalam kelas option yang sama. Opsi dikatakan dalam satu kelas jika
sekelompok opsi (put atau call) mempunyai patokan saham yang sama. Strategi
spread dapat digunakan oleh investor dengan berbagai variasi, antara lain
spread horisontal (spread waktu), spread
vertikal (spread harga), bull spread dan bearish spread.
PENILAIAN OPSI
Penilaian terhadap sebuah
opsi perlu dilakukan untuk mengestimasi nilai intrinsik suatu opsi, dan
selanjutnya juga akan berguna untuk menentukan harga sebuah opsi. Dalam
penilaian opsi, terkadang kita menemui situasi di mana harga premi opsi
melebihi nilai intrinsiknya opsi. Kelebihan ini disebut dengan nilai waktu atau
premi waktu.
NILAI INTRINSIK DAN PREMI WAKTU
Nilai intrinsik sebuah
opsi adalah nilai ekonomis jika opsi tersebut dilaksanakan. Jika tidak ada
nilai ekonomis yang positif dari suatu opsi maka nilai intrinsik opsi tersebut
adalah nol.
Jadi, call option akan
mempunyai nilai intrinsik yang positif jika harga saham lebih besar dari strike
price, Besarnya nilai intrinsik tergantung dari selisih antara harga saham yang
sebenarnya dan harga strike price. Tetapi, jika ternyata harga strike price
lebih besar dari harga saham, maka nilai intrinsik dari call option adalah nol.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA OPSI
1. Harga
saham yang dijadikan patokan.
2. Strike price yang ditetapkan.
3. Expiration
date dari opsi.
4. Volatilitas
harga saham yang diharapkan selama umur opsi.
5. Tingkat
suku bunga jangka pendek selama umur opsi.
6. Dividen
yang diharapkan diberikan oleh saham yang dijadikan patokan dalam opsi selama
umur opsi tersebut.
MODEL BLACK SCHOLES
Model Black Scholes
merupakan model penilaian call option yang telah banyak diterima oleh masyarakat
keuangan.
Model Black Scholes
menggunakan lima variabel,yaitu:
1. Harga
saham.
2. Strike
price.
3. Expiration
date.
4. Tingkat
bunga.
5. Volatilitas
harga saham.
Harga
opsi yang dihasilkan oleh perhitungan Model Black – scholes adalah harga yang
fair sehingga jika harga suatu opsi berbeda dengan harga tersebut maka akan ada
kemungkinan untuk mendapatkan laba arbitrase bebas risiko dengan cara mengambil
posisi yang berlawanan terhadap saham yang dijadikan patokan. Misalnya ada
sebuah call option yang diperdagangkan dengan harga yang lebih tinggi dari
harga yang dihasilkan oleh model Black – Scholes maka seorang arbitrator akan
menjual call option tersebut dan kemudian membeli saham.
